Blog and News
User Experience (UX) Design: Panduan Praktis untuk Bisnis
Aplikasi dan website menjadi salah satu alat penting yang digunakan perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan, membangun loyalitas, hingga mendorong angka penjualan. Sebagai contoh, sebuah bisnis restoran dapat memperluas jangkauan bisnis mereka dengan membuka sistem pemesanan secara online lewat aplikasi. Setiap klik dan scroll pengguna pada aplikasi merupakan bagian dari perjalanan pengguna dalam berinteraksi dengan perusahaan. Di sinilah pentingnya user experience (UX) design untuk menciptakan perjalanan pengguna yang nyaman dan memuaskan selama memakai aplikasi. Ketahui lebih lanjut tentang arti user experience design, manfaatnya untuk bisnis, hingga tahap pembuatannya.
Apa Itu User Experience Design?
User experience (UX) design adalah proses untuk membuat desain aplikasi atau web yang intuitif, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya. Sebagai bagian dari proses pengembangan aplikasi, desain UX berbeda dari desain user interface (UI) yang lebih berfokus pada aspek visual dan interaktif aplikasi yang terlihat oleh pengguna, seperti tombol, layout, warna, tipografi, dan sebagainya.
Desain UX lebih dari sekedar menyajikan aplikasi yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman positif saat pengguna berinteraksi dengan aplikasi tersebut. Maka dari itu, desain UX yang baik haruslah bersifat user-friendly, responsif, serta dapat memberikan kepuasan emosional bagi penggunanya.
Dalam konteks bisnis, UX design berperan penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menjaga loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, desain UX yang berpusat pada kebutuhan pengguna bisa menjadi nilai plus yang membedakan dari kompetitor.
Apa Saja Prinsip dalam UX Design?
Terdapat beberapa prinsip utama dalam UX design yang diperlukan untuk merancang desain berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna:
- Useful: Prinsip useful artinya melihat aplikasi berdasarkan kegunaannya. Jadi, aplikasi harus memiliki fungsi untuk menyelesaikan kebutuhan pengguna.
- Desirable: Prinsip desirable berfokus untuk menciptakan aspek emosional pengguna memakai aplikasi. Desain UX yang baik mampu membuat pengguna merasa nyaman, setia, dan sulit berpindah ke aplikasi lain.
- Accessible: Prinsip accessible memastikan aplikasi mudah diakses oleh pengguna dengan perangkat yang berbeda-beda, baik itu pada perangkat mobile atau komputer. Prinsip ini juga berfokus pada aksesibilitas aplikasi untuk semua pengguna, termasuk pengguna dengan disabilitas dan keterbatasan lainnya.
- Credible: Desain UX aplikasi turut berperan dalam membangun kredibilitas bisnis di mata pelanggan. Desain yang buruk dan banyak kendala teknis pada aplikasi dapat merusak kredibilitas dan kepercayaan pelanggan terhadap brand pemilik aplikasi tersebut.
- Findable: Setiap informasi di dalam aplikasi haruslah terstruktur serta mudah ditemukan dan dimengerti oleh pengguna. Aspek seperti navigasi intuitif, alat pencarian, labeling yang jelas memudahkan pengguna untuk mencari informasi yang dibutuhkan.
- Usable: Desain UX aplikasi haruslah intuitif, efisien, dan minim error agar pengguna dapat menyelesaikan tindakan apapun dengan mudah. Pemakaian pola desain yang populer juga penting agar pengguna lebih cepat memahami fitur-fitur yang ada di aplikasi.
- Valuable: Prinsip valuable memastikan desain UX aplikasi mampu memberikan manfaat bagi pengguna maupun bisnis. Bagi pengguna, manfaat bisa berupa penyelesaian masalah yang mudah, sedangkan manfaat untuk bisnis bisa berupa peningkatan retensi atau pendapatan.
Manfaat UX Design Berkualitas untuk Bisnis
Aplikasi dengan UX design berkualitas akan memberikan manfaat signifikan untuk bisnis, seperti:
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Desain UX berkualitas pada aplikasi dapat memudahkan pengguna dalam menyelesaikan tindakan tertentu. Sebagai contoh, desain UX yang baik tidak mempersulit pengguna dalam membuat akun baru atau mencari informasi tertentu di halaman FAQ aplikasi. Hal ini dapat menciptakan pengalaman positif pelanggan saat berinteraksi dengan aplikasi. Pelanggan yang puas akan cenderung lebih loyal, bahkan juga merekomendasikan aplikasi tersebut kepada orang lain.
Angka Konversi yang Lebih Tinggi
Aplikasi dengan desain UX yang baik membuat interaksi pelanggan menjadi lebih lancar dan menyenangkan. Hal ini dapat mendorong pelanggan untuk melakukan tindakan yang diinginkan bisnis, seperti misalnya membuat akun baru atau membeli suatu produk. Sebaliknya, desain UX yang buruk, seperti label nama yang tidak jelas atau menu yang tidak konsisten, membuat pelanggan merasa kebingungan dan memilih berhenti memakai aplikasi tersebut.
Reputasi Perusahaan yang Positif
Manfaat yang tidak kalah penting dari desain UX berkualitas adalah memperkuat reputasi positif perusahaan. Banyak pengguna menghubungkan aplikasi dengan desain yang rapi dan intuitif dengan brand yang kredibel dan terpercaya. Hal ini juga akan menjadi nilai unik yang membedakan suatu bisnis dari kompetitor.
Bagaimana Tahap Pembuatan User Experience Design?
User experience design process mencakup beberapa tahapan penting untuk menghasilkan desain aplikasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna, tetapi juga tujuan bisnis. Tahapan tersebut adalah:
Riset Pengguna
Langkah pertama adalah melakukan riset terkait pengguna yang akan dituju. Riset ini bertujuan untuk memahami pengguna, termasuk mengungkap masalah, kebutuhan, dan perilaku mereka. Anda bisa melakukan riset dengan wawancara langsung atau survey. Tahap ini juga berfokus untuk memahami kebutuhan stakeholder yang terlibat dalam pembuatan aplikasi.
Stakeholder seperti pimpinan perusahaan memiliki tujuan bisnis tertentu yang ingin dicapai melalui aplikasi yang akan dibuat. Saat merancang desain UX, penting untuk menyeimbangkan kebutuhan pengguna dengan tujuan bisnis yang ingin diraih.
Analisis dan Perumusan Masalah
Selanjutnya adalah merumuskan masalah yang ingin diselesaikan berdasarkan riset pengguna sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pola perilaku, insight, atau pain points pengguna. Hasil riset kemudian dikembangkan menjadi user persona.
Sebagai representasi fiksi dari pengguna sasaran, kegunaan user persona dalam desain UX adalah untuk memandu keputusan desain berdasarkan profil yang jelas. Data riset pengguna juga dituangkan ke dalam user journey map dan problem statement yang jelas untuk menentukan fokus utama desain UX yang akan dikembangkan.
Ideation
Tahap ideation berfokus untuk mengeksplorasi berbagai ide solusi berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya. Proses ini dilakukan melalui brainstorming dengan berbagai anggota tim. Sketsa dan layout kasar mulai dibuat untuk menggambarkan solusi desain UX yang akan dikembangkan. Ide-ide terpilih kemudian dituangkan ke dalam wireframe atau user flow yang menggambarkan struktur dasar halaman, navigasi, dan alur interaksi pengguna. Fokus utama tahap ini adalah menggambarkan fungsionalitas dan kemudahan penggunaan aplikasi.
Prototyping
Pada tahap prototyping, UX designer memimpin pembuatan prototype dari ide desain terpilih di tahap sebelumnya. Proses ini turut bergantung pada user persona dan user journey map untuk memastikan desain UX yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Isi prototype berfokus pada alur pengguna utama, seperti alur pembuatan akun baru, serta beberapa elemen interaktif dan fungsi dasar di dalam aplikasi.
Desain prototype interaktif ini dapat mensimulasikan pengalaman pengguna dengan lebih realistis. Hasil prototyping memungkinkan pengguna dan stakeholder untuk melihat, mencoba, dan mengevaluasi desain aplikasi sebelum masuk ke tahap pengembangan yang ditangani developer.
Pengujian dan Iterasi
Selanjutnya adalah pengujian desain atau usability testing dengan pengguna. Tujuannya adalah untuk memastikan solusi yang dibuat benar-benar mudah digunakan dan efektif. Proses usability testing membantu identifikasi hambatan dalam user flow maupun ketidaksesuaian antara desain UX dengan ekspektasi pengguna.
Feedback yang didapatkan kemudian digunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan desain secara berkelanjutan. Proses iterasi menjadi siklus berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi yang dibuat.
Kesalahan Umum Saat Merancang User Experience Design
Tanpa riset dan perencanaan yang tepat, hasil user experience design berisiko tidak sejalan dengan kebutuhan pengguna maupun tujuan bisnis. Beberapa contoh kesalahan umum saat merancang UX design aplikasi adalah:
- Navigasi yang Buruk dan Tidak Konsisten: Aspek seperti label nama yang tidak jelas, menu tersembunyi, serta elemen visual yang tidak konsisten akan menyulitkan pengguna dalam mencari informasi yang mereka butuhkan. Navigasi yang konsisten dengan pola familiar sangat penting untuk memudahkan pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi.
- Prosedur Onboarding yang Rumit: Kesan pertama saat pertama kali memakai aplikasi akan menentukan apakah pengguna akan tetap memakai aplikasi tersebut atau tidak. Prosedur onboarding aplikasi yang komprehensif dan ringkas diperlukan untuk menjelaskan fungsi penting aplikasi dengan efektif. Hindari proses yang terlalu rumit agar pengguna tidak merasa kewalahan.
- Mengabaikan Riset Pengguna: Salah satu kesalahan fatal dalam merancang desain UX adalah mengabaikan riset pengguna. Hal ini akan berdampak pada hasil desain UX yang tidak sesuai dengan kebutuhan, pola perilaku, dan pain points pengguna. Hasil desain hanya didasarkan pada asumsi dan bukan data nyata yang didapatkan dari hasil riset.
- Terlalu Banyak Informasi: Tidak semua pengguna akan membaca setiap detail kata yang tercantum di layar aplikasi. Informasi yang terlalu banyak ditampilkan di satu halaman aplikasi berisiko membuat pengguna kewalahan dan kebingungan. Penting untuk hanya menampilkan informasi penting saja dan menambahkan tombol detail hanya saat dibutuhkan pengguna.
Layanan UI/UX PhinCon: Solusi End-to-End untuk Bangun Aplikasi dan Website Berkualitas
Menciptakan aplikasi bisnis yang tepat harus mampu menyeimbangkan antara tujuan bisnis dan kebutuhan pengguna. PhinCon hadir dengan layanan UI/UX & Web Development untuk membantu bisnis Anda merancang aplikasi berkualitas yang sejalan dengan tujuan bisnis. Layanan PhinCon mencakup pembuatan produk baru dan pengembangan MVP, peningkatan produk lama, mobile apps dan website, sistem operasional internal, hingga strategi transformasi digital.
Melalui layanan UI/UX & Web Development profesional dari PhinCon, Anda akan mendapatkan dukungan end-to-end. PhinCon membantu Anda mengidentifikasi pain points dan pengguna secara mendetail melalui user interview dan analisis drop rate, sehingga aplikasi Anda dapat lebih tepat sasaran. Layanan kami juga meliputi product definition, evaluasi dan review UX, information architecture dan user flows, design system dan prototyping, hingga usability testing dan handover.
Siap meningkatkan pengalaman digital pelanggan Anda lewat aplikasi berkualitas? Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan UI/UX & Web Development, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com.
Editor: Irnadia Fardila


