Blog and News

08 January 2026 Muftia Parasati

8 Tren Cloud Computing 2026 untuk Bisnis yang Lebih Efisien

Saat ini, teknologi cloud computing telah menjadi fondasi penting untuk transformasi digital. Di tahun 2026, adopsi cloud computing diyakini akan semakin meluas, mulai dari industri perbankan, manufaktur, retail, hingga pelayanan publik. Cloud telah dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional bisnis, mempercepat proses inovasi, hingga memperkuat keamanan data. Bersamaan dengan kebutuhan bisnis yang selalu berubah-ubah, teknologi cloud menjadi elemen strategis untuk menentukan daya saing perusahaan. Memahami tren cloud computing di tahun 2026 dapat membantu perusahaan beradaptasi terhadap tren perubahan teknologi yang sedang terjadi.

Tren Perkembangan Cloud Computing di Indonesia

Saat ini, semakin banyak perusahaan mengadopsi teknologi cloud computing untuk proses bisnis yang lebih efisien. Di masa lalu, metode tradisional melalui hard drive dan data center fisik digunakan untuk menyimpan data. Namun, metode ini dinilai kurang efektif karena biaya operasional yang besar dan pemeliharaan rutin. Cloud computing menjadi solusi penyimpanan data dengan kapasitas yang lebih tinggi dan fleksibel.

Pertumbuhan adopsi cloud computing di Indonesia dimulai sekitar tahun 2020-2021. Hal ini diikuti dengan meningkatnya ekonomi digital dan bisnis startup di bidang e-commerce dan fintech. Sektor bisnis lain seperti sektor kesehatan dan telekomunikasi turut mengadopsi cloud computing. Pertumbuhan jaringan 5G juga mendorong peningkatan adopsi cloud untuk infrastruktur IT yang lebih kuat. Pasar cloud computing di Indonesia diprediksi mencapai $2,46 miliar pada tahun 2025 menuju $4,87 miliar di tahun 2030.

Baca Juga: Panduan Lengkap Implementasi Cloud Computing untuk Bisnis

Apa Tren Teknologi Cloud Computing di Tahun 2026?

Seiring dengan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks dengan kemajuan teknologi yang pesat, teknologi cloud menjadi opsi strategis untuk menghadapi perubahan tersebut. Berikut adalah tren yang akan membentuk masa depan cloud computing di tahun 2026:

Edge Computing

Tren pengembangan teknologi cloud computing yang pertama adalah edge computing. Teknologi edge computing tidak berfokus memproses data mentah di pusat data atau cloud. Data diproses di lokasi yang lebih dekat dengan sumber data seperti sensor Internet of Things (IoT). Hal ini bermanfaat untuk menghasilkan insights lebih cepat dengan sumber daya yang lebih efisien. 

Dengan mengalihkan beberapa pekerjaan ke edge computing, perusahaan dapat mengurangi beban infrastruktur cloud. Tidak hanya itu, skalabilitas dan fleksibilitas cloud masih bisa dimanfaatkan. Edge computing sangat penting untuk industri yang membutuhkan analisis data dalam waktu cepat, seperti logistik, manufaktur, dan retail.

Integrasi AI ke Cloud

Saat ini, teknologi artificial intelligence (AI) berperan penting sebagai fondasi untuk operasional bisnis yang lebih efisien. Beberapa perusahaan mulai mengadaptasi infrastruktur cloud agar dapat mendukung fitur AI. Menurut IDC, diperkirakan lebih dari 50% perusahaan akan memakai AI agents untuk menjalankan alur kerja utama. Maka dari itu, diperlukan infrastruktur cloud yang aman dan scalable untuk menopang teknologi AI ini. Layanan AI-as-a-Service pun hadir sebagai respon untuk memfasilitasi AI di infrastruktur cloud.

Cloud Security

Meskipun memiliki manfaat yang signifikan, cloud computing juga memerlukan tindakan khusus untuk memastikan keamanan data yang dikelola. Salah satu tren cloud computing di tahun 2026 berfokus untuk meningkatkan keamanan di infrastruktur cloud. Salah satu tren cloud security yang penting di tahun 2026 adalah Zero Trust.

Zero Trust adalah model yang berasumsi bahwa tidak ada pengguna, perangkat, atau jaringan yang bisa dipercaya, sehingga diperlukan proses verifikasi berkelanjutan untuk mengakses sumber daya cloud. Fitur keamanan lain dalam tren cloud 2026 termasuk enkripsi data dan multi-factor authentication (MFA).

Hybrid dan Multicloud

Di tahun 2026, adopsi model hybrid cloud dan multicloud diprediksi akan meningkat signifikan. Gartner memprediksi bahwa 90% perusahaan akan berpindah ke model hybrid cloud pada tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa solusi teknologi cloud tinggal tidak lagi efektif untuk menangani kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. 

Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan semua opsi cloud serta menempatkan workload dan data di sistem cloud yang paling menguntungkan. Selain hybrid cloud, teknologi cloud lain seperti multicloud, edge computing, infrastruktur on-premises, hingga microcloud juga turut dimanfaatkan.

Serverless Computing

Model serverless computing diprediksi akan meningkat di tahun 2026. Serverless computing adalah model cloud di mana developer mengembangkan dan menjalankan aplikasi tanpa perlu mengelola infrastruktur cloud di baliknya. Penyedia layanan cloud bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara infrastruktur cloud ini. Model ini menghilangkan kerumitan saat proses deployment aplikasi. Jadi, developer dapat lebih fokus pada penulisan kode dan pengembangan aplikasi.

Quantum Computing

Model quantum computing termasuk ke dalam salah satu tren cloud computing yang penting di tahun 2026. Model ini memungkinkan perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks melalui  algoritma quantum tanpa hardware khusus. Di tahun 2026, penyedia layanan cloud diprediksi memudahkan akses ke quantum computing. Model quantum computing sangat penting untuk beberapa industri, seperti farmasi, logistik, dan finansial yang memerlukan pemrosesan data lebih cepat. 

Sovereign Cloud

Tren cloud computing berikutnya di tahun 2026 adalah sovereign cloud. Model sovereign cloud adalah model yang didesain untuk memastikan pemrosesan dan kontrol data tetap berada di dalam batas negara tertentu. Tujuannya adalah agar sejalan dengan hukum dan peraturan setempat. Model sovereign cloud banyak dimanfaatkan untuk melindungi informasi pribadi pengguna, properti intelektual, dara keuangan, infrastruktur IT, dan sebagainya. Tren ini diprediksi akan naik di tahun 2026, khususnya di wilayah dengan peraturan pengelolaan data yang ketat.

Infrastructure as Code (IaC)

Tren selanjutnya yang diprediksi akan naik di tahun 2026 adalah Infrastructure as Code (IaC). Teknologi IaC berfokus untuk mengelola dan menyediakan infrastruktur melalui kode. IaC sangat penting untuk menekan kesalahan manual, meningkatkan skalabilitas, dan mendukung infrastruktur multicloud dan hybrid. Banyak perusahaan mulai mengadopsi IaC untuk menyatukan alur kerja pengembangan dan infrastruktur, mengurangi penyimpangan konfigurasi, dan menghadirkan sumber daya cloud dengan lebih cepat.

PhinCon: Partner Andalan untuk Adopsi Cloud Efektif di Tahun 2026

Beradaptasi dengan tren cloud computing terbaru di tahun 2026 adalah kunci untuk bertahan dan bersaing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Namun, Anda akan memerlukan partner yang tepat dalam mengadopsi tren cloud computing ini hingga berhasil. Guna menjawab kebutuhan ini, PhinCon hadir sebagai partner andalan untuk mensukseskan transformasi digital menggunakan cloud di tahun 2026. 

Melalui layanan Managed Cloud Services, PhinCon siap mendampingi perjalanan implementasi cloud Anda, mulai dari desain, konfigurasi, optimisasi, hingga strategi dan pelaksanaan migrasi Anda, baik dari on-premises ke cloud, cloud ke cloud, maupun multicloud. Kamu menghadirkan solusi lengkap, mulai dari teknologi hingga tenaga ahli, agar implementasi cloud Anda berlangsung lancar, aman, dan efisien. PhinCon terhubung dengan berbagai partner global dalam industri layanan cloud, mulai dari Alibaba Cloud, Huawei, dan Google Cloud.

Bersama PhinCon, tujuan transformasi digital melalui teknologi cloud yang terintegrasi dapat tercapai dengan tepat dan efektif. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan Managed Cloud Services, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com

Editor: Irnadia Fardila