Blog and News

15 January 2026 Muftia Parasati

5 Karakteristik Cloud Computing untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis

Teknologi cloud computing kini semakin populer digunakan oleh perusahaan di berbagai industri. Mulai dari startup hingga korporasi besar, adopsi cloud terus meningkat karena kemampuannya dalam menyediakan layanan yang fleksibel, scalable, dan mudah diakses. Dilansir dari SQ Magazine, 94% perusahaan sudah menggunakan layanan cloud di tahun 2025. Pasar cloud global diprediksi akan mencapai $732 miliar di akhir tahun 2025. Popularitas cloud computing ini bukan tanpa alasan. Artikel ini akan membahas karakteristik cloud computing sebagai alasan mengapa adopsinya terus meningkat di seluruh industri.

Apa Saja Karakteristik Cloud Computing?

Terdapat 5 karakteristik utama dalam layanan cloud computing yang memperlihatkan bagaimana teknologi ini menjadi solusi andalan yang digunakan oleh berbagai perusahaan besar di berbagai industri. Ciri cloud computing tersebut adalah:

Akses Jaringan yang Luas

Karakteristik cloud computing yang pertama adalah akses jaringannya yang luas. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk mengunggah dan mengakses data dari mana saja menggunakan koneksi internet. Terlepas dari sistem operasi (Windows , Android, dan Apple) ataupun perangkat yang digunakan, sistem cloud tetap bisa diakses dengan mudah. Untuk menjaga akses jaringan yang luas tersebut, penyedia layanan cloud memantau berbagai metrik yang menunjukkan bagaimana pengguna mengakses sumber daya cloud, seperti misalnya latensi, waktu akses, dan hasil data. 

Resource Pooling

Ciri-ciri cloud computing berikutnya adalah resource pooling. Penyedia layanan cloud, khususnya yang menyediakan public cloud, bergantung pada arsitektur multi-tenant untuk mengakomodasi banyak pengguna dalam waktu yang sama. Sumber daya cloud seperti server, penyimpanan, dan bandwidth dikumpulkan untuk digunakan oleh beberapa pengguna melalui virtualisasi. Penyedia layanan cloud selanjutnya mengalokasikan sumber daya tersebut berdasarkan permintaan pengguna, sehingga sumber daya tersebut bisa terpakai dengan efisien.

On-Demand Self-Service

Salah satu ciri utama cloud computing adalah on-demand self-service. Artinya, cloud memungkinkan pengguna untuk mengakses sendiri sumber daya, seperti kemampuan komputasi atau penyimpanan, tanpa bantuan manual dari penyedia layanan cloud. Dengan cloud, tim IT tidak perlu lagi menunggu pemasangan infrastruktur untuk memulai operasional IT atau pengembangan aplikasi. Mereka cukup memilih alat dan sumber daya dari cloud yang diperlukan untuk melakukan semua pekerjaan tersebut. Seorang administrator dapat menetapkan kebijakan untuk membatasi apa yang bisa dikerjakan tim IT. Namun, dalam batasan tersebut, karyawan memiliki kebebasan untuk mendesain, menguji, dan deploy aplikasi sesuai keinginan.

Skalabilitas dan Elastisitas

Karakteristik cloud computing lainnya adalah skalabilitas dan elastisitas. Dua ciri-ciri ini merujuk pada kemampuan cloud dalam menambah atau menurunkan sumber daya dengan cepat untuk menyesuaikan dengan beban kerja. Jadi, ketika bisnis memasuki masa-masa sibuk, cloud akan secara otomatis menambah sumber daya agar performa operasional tetap optimal. Sedangkan di masa-masa yang tidak terlalu sibuk, jumlah sumber daya cloud bisa dikurangi hingga ke level aslinya. Jadi, tidak ada sumber daya yang tidak terpakai. 

Model Harga Fleksibel

Model harga yang fleksibel menjadi ciri utama cloud computing selanjutnya. Banyak penyedia layanan cloud menawarkan model pay-per-use atau subscription-based yang bisa dipilih pengguna berdasarkan kebutuhan bisnis mereka. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya besar yang biasa dilakukan untuk pengadaan dan pemeliharaan server atau infrastruktur IT lainnya. Jadi, pengeluaran untuk cloud hanya dilakukan untuk sumber daya yang memang digunakan saja.

Baca Juga: Panduan Lengkap Implementasi Cloud Computing untuk Bisnis

Apa Saja Model Layanan Cloud Computing yang Umum Digunakan Oleh Perusahaan Besar?

Berikut adalah tiga model layanan cloud computing utama yang populer digunakan oleh berbagai perusahaan besar:

Infrastructure-as-a-Service (IaaS)

Infrastructure-as-a-Service adalah model layanan cloud yang berfokus pada infrastruktur IT. Model ini menyediakan hardware, seperti server, penyimpanan, dan jaringan, dalam bentuk virtualisasi. Perusahaan dapat mengakses dan mengontrol berbagai sumber daya infrastruktur IT tanpa perlu mengelolanya secara langsung. Penyedia layanan cloud bertanggung jawab terhadap infrastruktur fisik cloud, sehingga menghemat biaya dan waktu yang dikeluarkan pengguna cloud.

Platform-as-a-Service (PaaS)

Platform-as-a-Service (PaaS) adalah model layanan cloud yang menyediakan platform cloud sebagai wadah untuk mengembangkan, menguji, dan meluncurkan aplikasi. Layanan PaaS dilengkapi dengan teknologi hardware dan software yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi. Developer dapat menyewa semua teknologi yang dibutuhkan dari penyedia cloud untuk merancang aplikasi. Jadi, mereka tidak lagi dipusingkan dengan pengelolaan infrastruktur yang rumit dalam proses membuat aplikasi.

Software-as-a-Service (SaaS)

Software-as-a-Service (SaaS) termasuk salah satu model layanan cloud computing yang paling populer. Hal ini disebabkan oleh pemakaiannya yang dinilai paling mudah dibandingkan dua model cloud lainnya. Layanan SaaS menghadirkan aplikasi yang bisa diakses melalui internet tanpa harus memiliki atau memelihara software sendiri. Proses pembaruan dan pemeliharaan aplikasi dilakukan sepenuhnya oleh penyedia cloud. Pengguna dapat berlangganan atau langsung memakai aplikasi tersebut sesuai kebutuhan mereka. 

Baca Juga: Migrasi Cloud: Perpindahan Data dan Sistem Antar Cloud

Bagaimana Cara Memilih Penyedia Cloud Computing yang Sesuai?

Bagi Anda yang tertarik menggunakan cloud untuk operasional bisnis, pemilihan penyedia layanan cloud tentunya tidak bisa sembarangan. Ikuti tips berikut ini dalam memilih penyedia cloud yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda:

Evaluasi Kebutuhan Bisnis

Langkah pertama adalah mengevaluasi kebutuhan bisnis Anda. Hal ini bertujuan untuk menentukan solusi cloud yang Anda butuhkan. Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terkait skala operasional hingga volume data yang diproses. Misal, Anda membutuhkan penyimpanan, skalabilitas, dan integrasi dengan sistem yang sudah ada, seperti sistem CRM. Identifikasi juga faktor seperti beban kerja saat ini dan potensi pertumbuhan di masa depan.

Perhatikan Fitur Keamanan

Saat menggunakan layanan cloud, Anda mengelola data melalui ruang virtual. Tanpa fitur keamanan yang kuat, risiko seperti akses tidak resmi dan kebocoran data rentan terjadi. Perhatikan fitur keamanan apa saja yang ditawarkan penyedia cloud. Contohnya adalah fitur enkripsi data yang kuat, audit pihak ketiga, maupun kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. 

Evaluasi Fleksibilitas dan Skalabilitas

Operasional dan volume data Anda dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Sistem cloud yang Anda pilih haruslah mampu memfasilitasi perkembangan ini. Pilih penyedia yang mendukung scaling vertikal (tambah kapasitas server) atau horizontal (tambah sumber daya cloud) tanpa risiko downtime. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Bandingkan Harga Tiap Penyedia

Setiap penyedia cloud memiliki model harga yang berbeda-beda. Pastikan penyedia cloud Anda memiliki model harga yang transparan tanpa adanya biaya tersembunyi. Transparansi ini memastikan pengeluaran yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas. Evaluasi juga biaya total cost of ownership (TCO) dengan mempertimbangkan pengeluaran jangka panjang, seperti biaya transfer data dan potensi kenaikan biaya.

Cek Testimoni

Hal yang tidak kalah penting adalah mengecek testimoni penyedia cloud di internet. Dari testimoni, Anda bisa membandingkan pengalaman para klien yang pernah memakai layanan penyedia cloud tersebut. Pengecekan testimoni memastikan penyedia layanan cloud terpercaya dan bisa diandalkan.

Baca Juga: 8 Tren Cloud Computing 2026 untuk Bisnis yang Lebih Efisien

Mulai Implementasi Cloud untuk Tingkatkan Performa Bisnis Bersama PhinCon!

Keberhasilan implementasi cloud tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada strategi dan eksekusi yang tepat. Di sinilah PhinCon hadir sebagai mitra terpercaya Anda. Sebagai salah satu IT consulting terkemuka di Indonesia, PhinCon dengan layanan Managed Cloud Services memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam membantu berbagai industri menentukan strategi cloud terbaik sesuai kebutuhan bisnis.

PhinCon siap mendampingi perjalanan cloud Anda secara end-to-end, mulai dari desain, konfigurasi, optimasi, penyusunan strategi migrasi, hingga implementasi, baik dari on-premises ke cloud, cloud ke cloud, maupun multicloud. Didukung oleh mitra cloud global seperti Huawei, Alibaba Cloud, dan Google Cloud, PhinCon memastikan implementasi cloud Anda memberikan nilai bisnis maksimal. Saatnya memperkuat performa bisnis Anda dengan solusi cloud yang tepat bersama PhinCon!

Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan Managed Cloud Services, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com

 

Frequently Asked Question

1. Apa perbedaan karakteristik cloud computing publik dan privat dari segi keamanan?

Cloud computing publik umumnya dikelola oleh penyedia layanan dan digunakan bersama oleh banyak organisasi, dengan standar keamanan yang sudah distandardisasi dan tersertifikasi. Sementara itu, cloud privat memberikan kontrol keamanan yang lebih tinggi karena infrastruktur didedikasikan untuk satu organisasi, sehingga cocok untuk kebutuhan data sensitif atau kepatuhan regulasi yang ketat.

2. Apa saja karakteristik utama layanan cloud computing yang populer di Indonesia?

Layanan cloud computing yang banyak digunakan di Indonesia umumnya memiliki karakteristik seperti skalabilitas tinggi, ketersediaan layanan yang stabil, dukungan pusat data regional, serta kepatuhan terhadap regulasi lokal. Faktor dukungan teknis dan kemudahan integrasi dengan sistem existing juga menjadi pertimbangan utama.

3. Bagaimana cara membandingkan fitur cloud computing dari penyedia layanan besar?

Perbandingan fitur cloud computing dapat dilakukan dengan melihat aspek seperti jenis layanan yang ditawarkan (compute, storage, database), tingkat skalabilitas, sistem keamanan, kemudahan manajemen, serta model harga. Selain itu, penting untuk menilai ekosistem layanan tambahan dan dukungan teknis yang disediakan masing-masing penyedia.

4. Bagaimana cara memilih penyedia cloud computing yang sesuai untuk startup teknologi?

Startup teknologi sebaiknya memilih penyedia cloud yang menawarkan fleksibilitas biaya, kemudahan scaling, serta dukungan layanan yang mendukung pertumbuhan produk. Model pembayaran pay-as-you-go dan ketersediaan layanan pengembangan aplikasi biasanya menjadi faktor penting bagi startup yang masih dalam fase eksplorasi dan validasi pasar.

5. Apa saja model layanan cloud computing yang umum digunakan oleh perusahaan besar?

Perusahaan besar umumnya memanfaatkan kombinasi model layanan cloud seperti Infrastructure as a Service (IaaS) untuk kebutuhan infrastruktur, Platform as a Service (PaaS) untuk pengembangan aplikasi, dan Software as a Service (SaaS) untuk aplikasi bisnis. Pendekatan hybrid atau multi-cloud juga sering digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan sistem.

6. Bagaimana cara migrasi data ke layanan cloud computing tanpa downtime?

Migrasi data ke cloud tanpa downtime biasanya dilakukan dengan pendekatan bertahap, seperti replikasi data secara paralel, penggunaan tools migrasi otomatis, serta pengujian sistem sebelum proses cut-over. Perencanaan yang matang dan pemantauan selama proses migrasi menjadi kunci untuk meminimalkan gangguan layanan.

Baca selengkapnya mengenai migrasi cloud, di artikel Migrasi Cloud Phincon.

7. Apa saja layanan cloud computing yang mendukung pengembangan aplikasi berbasis AI?

Banyak layanan cloud computing menyediakan dukungan untuk pengembangan aplikasi berbasis AI melalui layanan komputasi berskala besar, penyimpanan data, serta platform machine learning. Layanan ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan, melatih, dan menjalankan model AI tanpa harus membangun infrastruktur dari awal.

 


 

Writen by Muftia Parasati S.S., Content Writer at Phincon, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology and digital business topics. | Muftia LinkedIn Profile

Reviewed by Samuel Tambunan A.Md.Kom., Product Manager at Phincon with 15+ years of experience in digital transformation and enterprise solutions. | Samuel LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila