Blog and News

21 January 2026 Muftia Parasati

Mengenal Cloud Banking Sebagai Masa Depan Industri Perbankan

Industri perbankan merupakan salah satu industri yang cukup masif dalam mengadopsi cloud computing dalam operasional mereka. Menurut riset dari IBM, 50% pimpinan bank percaya bahwa model hybrid cloud dapat menurunkan biaya operasional IT mereka. Sedangkan 47% pimpinan bank juga percaya bahwa cloud dapat meningkatkan efisiensi operasional bank. Angka-angka ini menunjukkan bagaimana cloud computing menjadi aspek penting dalam mengubah operasional bank menjadi lebih efisien dan modern. Pemakaian cloud computing di perbankan kemudian disebut sebagai cloud banking.

Cloud banking tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga menurunkan ketergantungan terhadap infrastruktur fisik dan memperkuat keamanan data. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang cloud banking, contoh penerapan, hingga manfaat dan tantangan dalam implementasi pendekatan cloud computing ini.

Apa Itu Cloud Banking?

Cloud banking adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan industri perbankan atau fintech untuk menjalankan operasional bisnis, seperti transaksi pembayaran, manajemen pelanggan, hingga data analytics di infrastruktur cloud computing. Teknologi cloud computing memudahkan pengguna untuk mengakses sumber daya seperti software, kemampuan komputasi, dan penyimpanan, melalui perangkat apapun yang terhubung dengan internet.

Kehadiran cloud banking dapat mengurangi kebutuhan untuk mendirikan dan mengelola infrastruktur sendiri seperti pada data center bank tradisional. Penyedia layanan cloud bertanggung jawab memelihara dan mengelola infrastruktur cloud yang digunakan bank. Jadi, bank tidak hanya bisa menghemat biaya, tetapi juga ruang, waktu, dan tenaga yang diperlukan untuk menjalankan teknologi ini. 

Baca Juga: Cloud Infrastructure: Strategi Efektif Optimalkan Kinerja Bisnis

Apakah Bank Boleh Menggunakan Cloud? 

Beberapa pengguna mungkin meragukan keamanan infrastruktur cloud dalam menangani data keuangan yang sensitif. Dilansir dari Tanya Jawab Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, bank dapat menggunakan layanan cloud computing dalam penyelenggaraan infrastruktur TI bank. Penyedia layanan cloud computing berperan sebagai pihak penyedia jasa untuk memfasilitasi cloud banking. Tindakan keamanan cloud juga berkembang pesat untuk melindungi data sensitif. Beberapa contoh fitur keamanan dalam infrastruktur cloud termasuk kontrol akses, multi-factor authentication, enkripsi data, hingga strategi zero trust.

Baca Juga: 5 Karakteristik Cloud Computing untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis

Bagaimana Contoh Penerapan Cloud Banking?

Inovasi cloud banking memudahkan industri perbankan untuk beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan dan pasar yang selalu berubah. Berikut adalah contoh penerapan cloud banking technology dalam operasional bank sehari-hari:

  • Data Analytics: Bank menggunakan data lake berbasis cloud untuk menganalisis volume data dalam jumlah besar terkait riwayat transaksi dan preferensi nasabah. Hasil analisis ini memudahkan bank untuk memberikan pelayanan dan rekomendasi produk yang lebih personal kepada nasabah mereka.
  • Mobile Banking: Aplikasi mobile banking sangat diminati nasabah karena kemudahan melakukan transaksi dengan smartphone. Aplikasi ini dapat menangani jutaan transaksi setiap hari. Infrastruktur cloud dapat mendukung performa mobile banking agar tetap stabil meskipun menangani transaksi yang sangat banyak.
  • Pengembangan Aplikasi: Model cloud computing seperti Platform-as-a-Service (PaaS) memudahkan developer untuk mengembangkan aplikasi banking dengan menggunakan sumber daya cloud yang tersedia. Mereka tidak perlu memusingkan pengelolaan infrastruktur cloud dan bisa berfokus pada pengembangan aplikasi, Jadi, aplikasi bisa diluncurkan lebih cepat dengan kualitas optimal.
  • Data Backup: Fitur data backup sangat penting untuk mencadangkan data-data penting dalam kondisi darurat seperti bencana alam. Cloud backup otomatis mendukung bank untuk melanjutkan operasional tanpa hambatan di masa-masa kritis.

Baca Juga: 8 Tren Cloud Computing 2026 untuk Bisnis yang Lebih Efisien

Manfaat dan Tantangan Cloud Banking

Cloud banking services tidak hanya menghadirkan manfaat bagi bank dan nasabah, tetapi juga tantangan yang perlu diwaspadai. Beberapa manfaat dan tantangan dalam cloud banking adalah:

Manfaat Cloud Banking

  • Biaya yang Lebih Efisien: Pada infrastruktur on-premises, bank perlu mengeluarkan biaya capital expenditures (CapEx) untuk pemasangan dan pemeliharaan hardware dan software. Dengan cloud, bank cukup mengeluarkan biaya operating expense (OpEx) berdasarkan sumber daya yang digunakan saja, sehingga lebih hemat untuk jangka panjang.
  • Keamanan Data yang Lebih Kuat: Meskipun infrastruktur on-premises mendukung fitur keamanan yang bisa dikustom, cloud banking juga menghadirkan fitur keamanan yang lebih kuat. Fitur seperti enkripsi, real-time threat detection, dan multi-factor authentication diterapkan untuk melindungi data dalam jumlah besar.
  • Lebih Fleksibel dan Scalable: Bank dapat mengalami lonjakan dan penurunan transaksi di waktu-waktu tertentu, seperti di masa liburan. Cloud dapat meningkatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani lonjakan transaksi, sehingga mencegah terjadinya downtime pada sistem.
  • Pengalaman Pelanggan yang Lebih Baik: Nasabah modern mengharapkan layanan digital banking yang lancar dan mudah digunakan. Cloud computing dapat memfasilitasi fitur AI untuk menganalisis riwayat transaksi nasabah dan memberikan pelayanan yang lebih personal.

Tantangan Cloud Banking

  • Masalah Keamanan Data: Bank menangani banyak data sensitif setiap harinya. Tanpa fitur keamanan yang kuat, data sensitif ini rentan terhadap serangan cyber seperti ransomware dan phishing. Risiko kebocoran dan pencurian data pun dapat terjadi. Fitur-fitur keamanan yang kuat perlu diterapkan untuk menjaga visibilitas dan kontrol data di infrastruktur cloud.
  • Vendor Lock-In: Bank berisiko terjebak di satu vendor cloud karena adanya perbedaan arsitektur, format data, dan integrasi yang kompleks, sehingga menyulitkan bank untuk migrasi ke vendor lain. Hal ini menimbulkan ketergantungan pada satu vendor dengan biaya switching yang relatif tinggi. Strategi multicloud atau hybrid cloud dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan ini.
  • Integrasi dengan Sistem Lama: Sistem lama perbankan sering kali kurang kompatibel dengan sistem baru cloud. Proses migrasi data sambil menjaga integritas dan akurasi data menjadi lebih sulit. Hal ini membuat operasional bank menjadi lebih lambat dan kurang efisien. Proses integrasi secara bertahap dapat dilakukan untuk menangani tantangan ini.
  • Adaptasi dengan Sistem Baru: Beberapa karyawan bank dapat merasa kurang nyaman saat beradaptasi dengan sistem cloud baru. Mereka tentunya perlu mempelajari teknologi baru ini untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Proses training dan sosialisasi secara rutin sangat penting untuk mendorong pemahaman cloud computing dari karyawan bank.

Baca Juga: Panduan Lengkap Implementasi Cloud Computing untuk Bisnis

Ingin Infrastruktur Cloud yang Aman untuk Perbankan? Phincon Punya Solusinya!

Penerapan cloud banking memerlukan infrastruktur cloud yang aman dan kuat untuk mendukung operasional bank sehari-hari. Guna menjawab kebutuhan ini, PhinCon hadir dengan layanan Cloud Managed Services untuk membantu perusahaan perbankan menentukan strategi cloud terbaik sesuai kebutuhan.

Sebagai salah satu IT consulting ternama di Indonesia, PhinCon siap mendampingi perjalanan Anda dalam mengadopsi cloud computing, mulai dari tahap desain, konfigurasi, optimisasi, hingga strategi dan pelaksanaan migrasi Anda, baik dari on-premises ke cloud, cloud ke cloud, maupun multicloud. Didukung dengan mitra cloud global seperti Alibaba Cloud, Huawei, dan Google Cloud, PhinCon memastikan Anda mendapatkan solusi cloud terbaik sesuai dengan tujuan dan kebutuhan bisnis Anda.

Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan Cloud Managed Services dari PhinCon, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com

Frequently Asked Question

1. Apa itu cloud banking?

Cloud banking adalah pendekatan perbankan yang memanfaatkan cloud computing untuk menjalankan sistem, aplikasi, dan pengolahan data perbankan, sehingga bank dapat beroperasi secara lebih fleksibel, scalable, dan efisien dibandingkan infrastruktur tradisional.

2. Apa manfaat utama cloud banking bagi institusi perbankan?

Manfaat utama cloud banking meliputi scalability yang tinggi, efisiensi biaya berbasis pay-as-you-go, peningkatan keandalan sistem, serta kemudahan pengembangan dan peluncuran produk digital baru.

3. Apakah cloud banking aman untuk data perbankan?

Cloud banking dapat aman jika diterapkan dengan kontrol keamanan yang ketat, seperti enkripsi data, manajemen akses, pemantauan keamanan berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap regulasi industri perbankan.

4. Apakah penggunaan cloud banking diperbolehkan oleh regulator di Indonesia?

Ya. Regulator di Indonesia memperbolehkan bank menggunakan cloud computing sepanjang memenuhi persyaratan tata kelola TI, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

5. Apa perbedaan cloud banking dan core banking tradisional?

Cloud banking menggunakan infrastruktur cloud yang fleksibel dan scalable, sedangkan core banking tradisional umumnya bergantung pada sistem on-premise yang lebih kaku dan membutuhkan investasi infrastruktur besar.

6. Model cloud apa yang paling umum digunakan di perbankan?

Model yang umum digunakan adalah private cloud, public cloud, dan hybrid cloud. Pemilihannya bergantung pada kebutuhan keamanan, kepatuhan, dan kompleksitas operasional bank.

7. Bagaimana cloud banking mendukung inovasi layanan digital?

Cloud banking memungkinkan bank mengembangkan, menguji, dan meluncurkan layanan digital dengan lebih cepat, termasuk integrasi API, mobile banking, dan layanan berbasis data secara real-time.

 


 

Writen by Muftia Parasati S.S., Content Writer at Phincon, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology and digital business topics. | Muftia LinkedIn Profile

Reviewed by Samuel Tambunan A.Md.Kom., Product Manager at Phincon with 15+ years of experience in digital transformation and enterprise solutions. | Samuel LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila