Blog and News

09 March 2023 Adisty Fachrani Santoso

Microservices Menyederhanakan Pengembangan Aplikasi Modern

Era yang semakin digital mengharuskan perusahaan mengadopsi teknologi yang lebih canggih, guna mencapai kepuasan pelanggan, mitra, maupun karyawan. Salah satu teknologi yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat adalah microservices, yang memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan.  Artikel ini akan membahas pengertian, arsitektur, manfaat, dan berbagai informasi terkait dengan microservice. 

Apa Itu Microservices? 

Microservices adalah pendekatan pengembangan aplikasi dimana sebuah aplikasi berskala besar dibangun dari komponen atau laynan modular. Setiap modul mendukung tugas atau tujuan bisnis tertentu dan menggunakan inferface sederhana serta terdefinisi dengan baik, seperti application programming interface. Aplikasi berbasis microservices terdiri dari beberapa program kecil dengan satu tanggung jawab, berbeda dengan aplikasi monolitik yang merupakan satu program besar dan banyak tanggung jawab. Setiap layanan berjalan sebagai proses terpisah dan berkomunikasi dengan komponen lain menggunakan protokol ringan seperti HTTP/Rest dengan Json.

Membongkar Arsitektur Dari Microservices

Arsitektur microservices berisi gabungan kompleks dari kode, basis data, fungsi aplikasi, dan logika pemrograman yang didistribusikan ke seluruh server dan platform. Komponen penting dari microservices architecture menyatukan semua entitas  secara kohesi di seluruh sistem yang terdistribusi. 

Komponen Arsitektur Microservices 

Microservices 

Merupakan dasar dari arsitektur, yang mengacu pada proses penguraian aplikasi menjadi layanan kecil mandiri dan ditulis dalam bahasa apapun agar  bisa berkomunikasi melalui protokol yang ringan. Tim software dapat menggunakan microservices independen untuk mengimplementasikan proses development yang berulang dan untuk membuat serta mengupgrade fitur secara fleksibel. 

Containers 

Container adalah unit software yang mengemas layanan untuk mempertahankan unit yang konsisten selama development, testing, dan produksi. Microservices tidak diperlukan dalam penerapan container dan begitu pula sebaliknya. Tetapi container memiliki potensi untuk meningkatkan waktu penerapan dan efisiensi aplikasi dalam arsitektur microservices lebih dari teknik penerapan lainnya, seperti VMs. 

Service Mesh 

Untuk memfasilitasi komunikasi, service mesh membuat lapisan pesan yang lebih dinamis. Lapisan komunikasi dibuat lebih abstrak, dan developer tidak perlu membuat kode dalam komunikasi antar proses saat mengembangkan aplikasi. 

Service Discovery 

Banyaknya instansi yang aktif dalam penerapan bervariasi karena perubahan beban kerja, pembaruan, atau mitigasi kegagalan. Service discovery membantu instansi layanan beradaptasi dengan perubahan dan mendistribusikan beban di antara microservices yang sesuai. Komponen service discovery dibagi menjadi tiga: 

  1. Service provider  yang meluncurkan instansi layanan di seluruh jaringan
  2. Service registry yang berfungsi sebagai database yang menyimpan lokasi instansi layanan yang tersedia
  3. Service consumer adalah program yang mengambil lokasi contoh layanan dari registry dan kemudian berkomunikasi dengannya.

API Gateway

API gateway sangat penting untuk komunikasi yang terdistribusi, karena menyediakan lapisan abstrak utama antara microservices dan klein eksternal. Komponen ini akan menangani berbagai peran komunikasi dan administratif yang biasanya ditangani oleh aplikasi monolithic, memungkinkan microservice tetap ringan. Selain itu, API gateway dapat mengautentikasi, meng-cache, dan mengelola permintaan, serta memantau pengiriman pesan dan menyeimbangkan muatan sesuai kebutuhan.

Microservices vs Monolithic, Arsitektur Mana yang Lebih Baik?

Perdebatan ini bukanlah topik yang baru. Meskipun microservices mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi monolithic masih menjadi pilihan yang layak dalam banyak situasi. Pilihlah arsitektur yang tepat dengan melihat beberapa faktor, terutama kemampuan manajemen dan keahlian developer. Berikut adalah pro dan kontra arsitektur monolithic dan microservices.

Arsitektur Monolithic 

Monolit adalah sistem besar yang dibangun dengan satu basis kode dan diterapkan sebagai satu unit, biasanya di belakang penyeimbang beban. User interface, logika bisnis, data interface, dan database adalah empat komponen utama. Berikut adalah beberapa manfaat dari monolit: 

Simple

Arsitektur monolitik mudah dibuat, diuji, dan diterapkan.

Multiple Disciplines

Dapat dengan mudah menangani masalah lintas sektoral seperti logging, manajemen konfigurasi, dan pemantauan kinerja dengan basis single code. 

Performance 

Komponen monolitik biasanya berbagi memori, yang lebih cepat daripada komunikasi service-to-service melalui IPC atau mekanisme lainnya.

Updates 

Karena basis single code yang besar dan sambungan yang erat, setiap update akan memerlukan penyebaran di seluruh aplikasi. 

Arsitektur Microservices 

Terdiri dari layanan independen yang digabungkan secara longgar. Arsitektur ini membagi komponen aplikasi menjadi layanan otonom kecil yang dapat diterapkan dan diskalakan secara mandiri. Beberapa keuntungannya adalah: 

Scalability 

Penskalaan aplikasi berbasis microservices hanya memerlukan penskalaan komponen tertentu, yang mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Low coupling 

Karena microservices digabungkan secara longgar, mereka tidak saling bergantung dan dapat diuji secara independen. Ini juga meningkatkan kemampuan beradaptasi aplikasi terhadap perubahan dari waktu ke waktu.

Manfaat Microservices Terhadap Pengembangan Aplikasi Modern 

Microservices memberi beberapa manfaat bagi pengembangan aplikasi modern, diantaranya: 

Mengadopsi Pola Arsitektur Modern dengan Cara yang Lebih Mudah

Integrasi telah berkembang dari yang  hanya menghubungkan aplikasi monolitik melalui ESB menjadi menghubungkan aplikasi modern melalui API, fungsi, dan pola peristiwa. Memahami evolusi ini, PhinCon menawarkan solusi microservices yang mendukung persyaratan ESB sekaligus memudahkan pengembang untuk mengadopsi arsitektur aplikasi modern. 

Opsi Penerapan Multi-Cloud Berskala Web

Mengubah aplikasi monolitik menjadi microservices dan menerapkannya melalui container ke infrastruktur cloud, lokal, atau hybrid membuka kemungkinan baru bagi perusahaan untuk mencapai fleksibilitas, ketangkasan, dan biaya operasional yang lebih rendah. Microservices juga memungkinkan untuk memanfaatkan platform function-as-a-service, memungkinkan developer mendapatkan keuntungan dari komputasi skala web dengan model biaya yang sangat rendah.

Mengadopsi Kasus Penggunaan IoT dan Edge Computing

Dengan menjalankan aplikasi lebih dekat ke tempat data dihasilkan, microservices memungkinkan bisnis mendukung kasus penggunaan IoT yang inovatif sekaligus menurunkan biaya operasional. Microservices dapat berjalan bahkan pada perangkat komputasi edge terkecil, memproses data secara real time sambil mengurangi bandwidth dan konsumsi sumber daya komputasi terpusat.

Contoh Pemanfaatan Microservices di Industri

Banyak bisnis dan industri menggunakan microservice untuk mengembangkan, memelihara, dan menerapkan aplikasi independen agar dengan mudah diskalakan. Selain itu, microservice digunakan di banyak industri agar bisa dengan mudah diskalakan dan menangani lebih banyak permintaan konsumen. Berikut adalah beberapa contoh pemanfaatan microservices di industri: 

Ecommerce

Industri ecommerce mengandalkan microservice karena mereka menerima permintaan dari pelanggan setiap hari. Dibandingkan dengan monolithic, microservice merespons permintaan ini dengan jauh lebih efisien. Microservice memberikan pengalaman pengguna yang konsisten di seluruh aplikasi, selain itu time-to-market yang lebih cepat untuk merilis fitur bisnis di seluruh device. 

Layanan Streaming

Banyak layanan streaming yang menerima permintaan harian dari penggunanya. Menggunakan microservice memungkinkan perusahaan besar layanan streaming tumbuh secara signifikan. 

Transportasi Online

Industri transportasi online adalah industri yang mengandalkan microservices karena aplikasi mereka terus memproses permintaan dari pelanggan tiap harinya. Aplikasi mampu menangani pengemudi yang terhubung dengan penumpang, penagihan, dan informasi pembayaran untuk pelanggan di seluruh dunia dengan mengintegrasikan microservice ke dalam aplikasi mereka. Penerapan ini pada dasarnya mengubah seluruh aplikasi dan sistem menjadi lebih baik. 

Tantangan Dalam Penggunaan Arsitektur Microservices Pada Sistem IT

Microservice memberikan berbagai keuntungan untuk perusahaan, tetapi ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan saat menggunakan arsitektur microservice pada sistem IT. Diantaranya adalah: 

Masalah Debug 

Melacak dan memperbaiki sumber kesalahan dalam arsitektur microservice memakan waktu yang lama dan mahal. Seringkali Anda harus bekerja mundur melalui kode status dari jaringan dan pesan kesalahan yang tidak jelas karena data yang gagal tidak disebarluaskan dengan cara yang benar secara langsung di dalam microservices. Selain itu, format logging berbeda di antara microservices. Hal ini membuat Anda sulit untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan. 

Keamanan Yang Tidak Memadai

Menjaga kerahasiaan dan integritas data pengguna sulit dilakukan karena data didistribusikan dalam kerangka kerja microservices. Organisasi harus menghadapi tantangan saat menyiapkan kontrol akses, mengelola autentikasi aman untuk layanan individu, dan tantangan peningkatan kerentanan. 

Gangguan Komunikasi Antar Layanan 

Microservices yang mengandalkan satu sama lain harus saling berkomunikasi, yang bisa dicapai melalui penggunaan API yang terdefinisi dengan baik daripada harus berbagi teknologi, pustaka, atau kerangka kerja yang sama. Untuk itu, lapisan infrastruktur perlu dikonfigurasi dan metode dimana layanan berkomunikasi satu sama lain harus didefinisikan secara eksplisit. Konfigurasi yang tidak memadai dapat dengan mudah mengakibatkan peningkatan keterlambatan.

Permudah Pengelolaan Microservices Dengan Solusi Nomad Dari PhinCon 

PhinCon berkomitmen untuk membantu perusahaan di setiap tahap integrasi menyeluruh atau perjalanan transformasi digital mereka. Dari integrasi tradisional hingga microservice yang lebih modern dan arsitektur berbasis peristiwa, perusahaan Anda dapat memperoleh manfaat dari rangkaian kemampuan yang lebih luas, strategi penerapan yang fleksibel, dan kumpulan teknologi yang telah terbukti dipercaya oleh ribuan pelanggan di seluruh dunia.

PhinCon sebagai partner resmi dari Hashicorp menyediakan solusi workload orchestrator bernama Nomad yang dapat mempermudah pengelolaan microservice. Nomad berintegrasi mulus dengan Consul untuk registrasi layanan otomatis, rendering file konfigurasi dinamis, memberikan solusi untuk mengelola microservices, dan membuat konsep yang lebih mudah diadopsi. Tidak hanya mempermudah pengelolaan microservices, Nomad merupakan solusi ideal untuk mengelola setiap container, legacy, maupun batch aplikasi. 

Untuk informasi lebih lanjut terkait solusi Nomad, silahkan hubungi kami di marketing@phintraco.com.